Merge sort merupakan algoritma pengurutan dalam ilmu komputer yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengurutan atas suatu rangkaian data yang tidak memungkinkan untuk ditampung dalam memori komputer karena jumlahnya yang terlalu besar. Algoritma ini ditemukan oleh John von Neumann pada tahun 1945.
Algoritma pengurutan data merge sort dilakukan dengan menggunakan cara divide and conquer yaitu dengan memecah kemudian menyelesaikan setiap bagian kemudian menggabungkannya kembali. Pertama data dipecah menjadi 2 bagian dimana bagian pertama merupakan setengah (jika data genap) atau setengah minus satu (jika data ganjil) dari seluruh data, kemudian dilakukan pemecahan kembali untuk masing-masing blok sampai hanya terdiri dari satu data tiap blok.
Jumat, 15 Maret 2013
Kamis, 28 Februari 2013
Rabu, 23 Januari 2013
Algoritma Sorting
Pengertian Algoritma Sorting adalah kumpulan langkah sistematis atau secara berutan untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Salah satu contoh dari algoritma untuk langkah ini adalah Sorting (pengurutan). Sorting dapat didefinisikan sebagai pengurutan sejumlah data berdasarkan nilai tertentu. Pengurutan dapat dilakukan dari nilai terkecil ke nilai terbesar (ascending) atau sebaliknya.
Sorting dapat dibedakan menjadi dua yaitu Comparasion Sort (Bubble Sort, Selection Sort, Insertion Sort, Merge Sort, Quick Sort) dan Non-Comparasion Sort (Radix Sort, Counting Sort). Comparasion Sort / penggurutan dengan pembandingan adalah algoritma yang dalam proses pengurutannya melakukan pembandingan antar data. Non-Comparasion Sort / pengurutan tanpa pembandingan adalah algoritma pengurutan dimana dalam prosesnya tidak melakukan perbandingan antar data.
Selection Sort merupakan salah satu algoritma pengurutan yang sederhana. Ide dasarnya adalah melakukan beberapa kali pass untuk melakukan penyeleksian elemen struktur data. Untuk sorting ascending (menaik), elemen yang paling kecil di antara elemen-elemen yang belum urut, disimpan indeksnya, kemudian dilakukan pertukaran nilai elemen dengan indeks yang disimpan tersebut dengan elemen yang paling depan yang belum urut. Sebaliknya, untuk sorting descending (menurun), elemen yang paling besar yang disimpan indeksnya kemudian ditukar.
Review Konsep Dasar dalam Java
Sebelum melangkah pada fitur-fitur menarik yang ada pada Java, mari kita meninjau beberapa
hal yang telah Anda pelajari pada pelajaran pemograman pertama Anda. Pelajaran ini menyajikan
diskusi tentang perbedaan konsep-konsep berorientasi object dalam Java.
Sebelum melengkapi pelajaran ini, Anda sebaiknya mampu untuk:
1. Mengetahui dan menggunakan konsep dasar beorientasi object.
- class
- object
- atribut
- method
- konstruktor
2. Mengetahui dengan jelas tentang konsep lanjutan berorientasi object dan menggunakannya dengan baik
- package
- enkapsulasi
- abstraksi
- pewarisan
- polimorfisme
- interface
3. Mengetahui dengan jelas penggunaan kata kunci this, super, final dan static
4. Membedakan antara method overloading dan method overridding
GUI Event Handling
Delegation Event Model
Delegasi event model menguraikan bagaimana program Anda dapat merespon interaksi dari user.
Untuk memahami model, pertama-tama mari kita pelajari melalui tiga komponen utamanya.
1. Event Source
Event source mengacu pada komponen GUI yang meng-generate event. Sebagai contoh,
jika user menekan tombol, event source dalam hal ini adalah tombol.
2. Event Listener/Handler
Event listener menerima berita dari event-event dan proses-proses interaksi user. Ketika
tombol ditekan, listener akan mengendalikan dengan menampilkan sebuah informasi yang
berguna untuk user.
3. Event Object
Ketika sebuah event terjadi (misal, ketika user berinteraksi dengan komponen GUI), sebuah
object event diciptakan. Object berisi semua informasi yang perlu tentang event yang telah
terjadi. Informasi meliputi tipe dari event yang telah terjadi, seperti ketika mouse telah di-klik.
Ada beberapa class event untuk kategori yang berbeda dari user action. Sebuah event object
mempunyai tipe data mengenai salah satu dari class ini.
Pada awalnya, sebuah listener seharusnya diregistrasikan dengan sebuah source sehingga dapat
menerima informasi tentang event-event yang terjadi pada source tersebut. Hanya listener yang
sudah teregistrasi yang dapat menerima pemberitahuan event-event. Ketika telah teregistrasi, sebuah
listener hanya tinggal menunggu sampai event terjadi.
Ketika sesuatu terjadi dengan event source, sebuah event object akan menguraikan event yang
diciptakan. Event kemudian ditembak oleh source pada listener yang teregistrasi.
Saat listener menerima sebuah event object (pemberitahuan) dari source, dia akan bekerja.
Menerjemahkan pemberitahuan dan memproses event yang terjadi.
Jumat, 28 Desember 2012
Java Servlet
Teknologi Java Servlet menyediakan pengembang Web dengan mekanisme yang sederhana, konsisten untuk memperluas fungsionalitas Web server dan untuk mengakses sistem bisnis yang ada. Servlets adalah sisi server Java EE komponen yang menghasilkan tanggapan (biasanya halaman HTML) untuk permintaan (biasanya HTTP permintaan) dari klien. Sebuah servlet hampir dapat dianggap sebagai applet yang berjalan di sisi-tanpa server wajah.
// Hello.java import java.io.*; import javax.servlet.*; public class Hello extends GenericServlet { public void service(final ServletRequest request, final ServletResponse response) throws ServletException, IOException { response.setContentType("text/html"); final PrintWriter pw = response.getWriter(); try { pw.println("Hello, world!"); } finally { pw.close(); } } }
Java applet
Java applet adalah program yang tertanam dalam aplikasi lain, biasanya dalam sebuah halaman web ditampilkan dalam browser Web.
// Hello.java import javax.swing.JApplet; import java.awt.Graphics; public class Hello extends JApplet { public void paintComponent(final Graphics g) { g.drawString("Hello, world!", 65, 95); } }
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpg)